Perjanjian Sewa – Menyewa Tanah dan Bangunan

December 4th, 2013 No comments

Pada hari ini, [...................] tanggal [........] bulan [.............] tahun [.......] kami yang bertanda tangan di bawah ini*):

1. Nama : [................................................................]
Alamat : [................................................................]
No. KTP : [................................................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [................................................................]
Alamat : [................................................................]

Dalam hal ini bertindak berdasarkan surat kuasa di bawah tangan tanggal [..........], nomor[.............] dari dan karenanya untuk dan atas nama perseroan terbatas [...........................] berkedudukan di [....................................], yang anggaran dasarnya dimuat dalam akta nomor [..............] tanggal [..............................] yang dibuat dihadapkan [...............................................], notaris di [...................................], dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Nomor [................] tanggal [.............................], dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal [....................................] Nomor [...................] tahun [..............................], yang telah mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris di [..............................], untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak telah sepakat dan setuju untuk mengadakan perjanjian sewa-menyewa untuk selanjutnya disebut perjanjian dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1
LINGKUP PERJANJIAN

1. PIHAK PERTAMA menyewakan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA setuju untuk menyewa dari PIHAK PERTAMA berupa tanah dan bangunan seluas [.....] m2 , yang terletak di atas tanah Hak Milik sebagaimana diuraikan dalam sertifikat Hak Milik Nomor [.....]/Kelurahan[........], sertifikat tertanggal [.......................] tertulis atas nama [.....................], luas tanah: [.....] m2 sebagaimana tercantum dalam Gambar Situasi/Surat Ukur Nomor [.........] tanggal [.............], bangunan tersebut telah mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan Nomor [.........]. Tanggal [............................], setempat dikenal sebagai Jalan [......................]
2. Tanah dan bangunan seperti disebut di ayat 1 pasal ini akan dimanfaatkan oleh PIHAK KEDUA untuk mendirikan sarana/peralatan komunikasi dalam rangka menunjang usahanya sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam penyelenggaraan jasa telekomunikasi telepon bergerak selular, terutama untuk pemasangan/pembangunan, pemeliharaan dan pengoperasian serta perbaikan sarana/peralatan komunikasi tersebut.

PASAL 2
JANGKA WAKTU SEWA

1. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu selama [.......] tahun yang akan mulai berlaku efektif sejak tanggal [.....] bulan [....] tahun [....] dan akan berakhir pada tanggal [......] bulan [....] tahun [.....].
2. Jangka waktu sebagaimana tersebut dalam ayat 1 pasal ini dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak, oleh karena itu PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA sekurang-kurangnya [.....] bulan sebelum berakhirnya jangka waktu sewa tersebut.

PASAL 3
HARGA SEWA DAN PEMBAYARAN

Harga sewa terhadap tanah dan bangunan sebagaimana dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini adalah sebesar Rp [......................] untuk jangka waktu [.......] tahun, yang oleh PIHAK KEDUA akan dibayarkan kepada PIHAK PERTAMA pada awal masa sewa [....] tahun, dengan cara memindahbukukan ke rekening PIHAK PERTAMA pada:
Bank : [.............................]
Alamat Bank : [.............................]
Pemegang Rekening : [.............................]
Nomor Rekening : [.............................]

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

1. HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA adalah sebagai berikut.
a. PIHAK PERTAMA berhak terhadap uang sewa sebagaimana diatur dalam PASAL 3 perjanjian ini.
b. PIHAK PERTAMA wajib memberikan keleluasaan kepada PIHAK KEDUA untuk memasang, memelihara, dan mengoperasikan peralatan komunikasi radio, antena, dan perlengkapan lainnya di atas tanah dan bangunan yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini tanpa gangguan dari pihak mana pun juga.
c. PIHAK PERTAMA wajib menjamin bahwa dirinya berhak sepenuhnya atas tanah dan bangunan yang dimaksud pada PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini serta berwenang penuh untuk menandatangani perjanjian ini.
d. PIHAK PERTAMA wajib menjamin bahwa tidak ada beban dan atau penyitaan (beslag) pengadilan, sengketa dengan pihak lain atau gangguan-gangguan lainnya terhadap tanah/bangunan yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini.
e. PIHAK PERTAMA wajib bekerja sama dengan PIHAK KEDUA untuk mendapat izin-izin yang dibutuhkan menurut hukum untuk pemanfaatan tanah dan bangunan sebagaimana tersebut dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini.
2. HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA adalah sebagai berikut.
a. PIHAK KEDUA berhak mendapatkan keleluasaan dari PIHAK PERTAMA untuk memanfaatkan tanah dan bangunan yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini, terutama untuk pemasangan, pemeliharaan, dan pengoperasian peralatan komunikasi radio, antena dan perlengkapan lainnya tanpa gangguan dari pihak manapun juga.
b. PIHAK KEDUA berhak menggunakan tanah/lantai bangunan sebagaimana dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini, dan PIHAK KEDUA akan mematuhi segala ketentuan yang wajar dari PIHAK PERTAMA untuk pengawasan jalan masuk ke lokasi di mana tanah dan bangunan itu berada.
c. PIHAK KEDUA berhak menahan pembayaran sewa dan/atau mengakhiri perjanjian ini seketika, serta PIHAK PERTAMA harus mengembalikan seluruh uang sewa yang sudah dibayarkan oleh PIHAK KEDUA, bilamana ternyata atas tanah/lantai bangunan yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini terdapat beban dan/atau penyitaan pengadilan, sengketa, atau gangguan lainnya, atau bilamana ternyata PIHAK PERTAMA tidak berhak terhadap tanah dan bangunan tersebut.
d. PIHAK KEDUA wajib membayar harga sewa kepada PIHAK PERTAMA sebagaimana diatur dalam PASAL 3 perjanjian ini.
e. PIHAK KEDUA wajib memelihara antena, jalur transmisi dan segala peralatan, agar berada dalam keadaan pengoperasian yang patut serta dalam keadaan yang memuaskan, baik dari segi penampilan maupun keamanan.
f. PIHAK KEDUA dapat menyediakan tenaga listrik sebanyak [..........................] dan PIHAK KEDUA akan dapat memasang suatu submeter tersendiri pada tanah dan bangunan yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini, karenanya PIHAK KEDUA wajib membayar biaya pemakaian listrik secara tersendiri pula.

PASAL 5
GANGGUAN-GANGGUAN

1. PIHAK KEDUA akan memasang peralatan radio dengan jenis dan frekuensi yang tidak akan mengakibatkan timbulnya gangguan yang berarti terhadap PIHAK PERTAMA, pihak lainnya yang berada di sekitar lokasi antena/menara.
2. Bilamana peralatan yang dipasang/dioperasikan oleh PIHAK KEDUA menimbulkan suatu gangguan maka PIHAK KEDUA akan mengambil segala tindakan/upaya yang diperlukan untuk mengatasi/menghilangkan gangguan tersebut.

PASAL 6
KERUSAKAN-KERUSAKAN

1. Jika PIHAK KEDUA mengakibatkan kerusakan terhadap lantai/tanah bangunan yang disewa sebagaimana dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini maka PIHAK KEDUA harus memperbaiki kerusakan tersebut dalam jangka waktu yang wajar atas beban dan tanggungan biaya oleh PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA menjamin dan membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan dan/atau pertanggungjawaban terhadap kehilangan, atau kerusakan yang diakibatkan penggunaan tanah/lantai bangunan sebagaimana dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini, bilamana kehilangan, atau kerusakan tersebut diakibatkan perbuatan/tindakan PIHAK KEDUA, pegawainya/agennya.

PASAL 7
ASURANSI

PIHAK PERTAMA menyetujui PIHAK KEDUA untuk mengasuransikan segala peralatan yang dipasang di atas tanah dan bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat 1 perjanjian ini terhadap segala kerugian atau kerusakan yang dapat dilindungi oleh [.....................].

PASAL 8
PENGALIHAN ANAK PERUSAHAAN

Segala hak yang timbul dari perjanjian ini tidak dapat dialihkan atau dipindahtangankan oleh pihak kedua kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA, kecuali pengalihan tersebut dilakukan kepada perusahaan induk atau cabang atau anak perusahaan dari PIHAK KEDUA.

PASAL9
EKSEKUSI

Apabila tanah dan bangunan sebagaimana yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini oleh PIHAK PERTAMA dijaminkan kepada bank atau pihak lainnya yang karena kelalaian PIHAK PERTAMA terhadap bank atau pihak lainnya mengakibatkan harus dieksekusinya tanah dan bangunan tersebut maka PIHAK PERTAMA seketika dan sekaligus wajib mengembalikan uang sewa untuk selama masa sewa yang belum dinikmati oleh PIHAK KEDUA serta mengganti biaya pembongkaran dan biaya pindah sebesar Rp [...........................].

PASAL 10
PENGAKHIRAN PERJANJIAN

1. Dalam hal izin-izin atau persetujuan yang dikeluarkan untuk PIHAK KEDUA berakhir, dibatalkan, atau ditarik kembali atau diakhiri dengan cara lain oleh pejabat yang berwenang dan/atau sertifikat hak, izin mendirikan bangunan terhadap tanah dan bangunan yang dimaksud dalam PASAL 1 ayat 1 perjanjian ini berakhir atau dicabut oleh yang berwenang, sehingga PIHAK KEDUA tidak dapat menggunakan tanah dan bangunan tersebut sesuai dengan tujuan semula dan/atau penilaian PIHAK KEDUA tanah dan bangunan tidak cocok lagi untuk tujuannya maka PIHAK KEDUA berhak mengakhiri perjanjian ini.
2. Pemberitahuan mengenai pelaksanaan hak PIHAK KEDUA untuk mengakhiri perjanjian ini akan diberikan kepada PIHAK PERTAMA, tiga bulan sebelum pengakhiran dan disampaikan secara tertulis melalui pos tercatat atau melalui kurir dengan meminta tanda bukti penerimaan.
3. Seluruh uang sewa yang telah dibayarkan sampai tanggal pengakhiran tersebut tetap ditahan dan menjadi hak PIHAK PERTAMA.
4. Pada saat pengakhiran tersebut, perjanjian ini menjadi batal dan para pihak tidak mempunyai kewajiban lebih lanjut terhadap pihak lainnya, termasuk kewajiban pembayaran sewa oleh PIHAK KEDUA.
5. Dalam pengakhiran perjanjian ini para pihak setuju untuk mengesampingkan ketentuan pasal 1266 dan 1267 KUH Perdata Indonesia

PASAL 11
PEMBERITAHUAN

Semua pemberitahuan untuk perjanjian ini harus dilakukan secara tertulis dan akan dianggap telah diberikan secara sah apabila dikirim melalui pos tercatat atau melalui kurir dengan pemberian tanda bukti penerimaan yang dialamatkan ke alamat tersebut di bawah ini.

PIHAK PERTAMA
Nama : [...........................................................]
Alamat : [...........................................................]
Nomor telepon : [...........................................................]
Atau alamat lainnya sebagai mana diberitahukan menurut semestinya oleh PIHAK PERTAMA.

PIHAK KEDUA
Nama : [...........................................................]
Alamat : [...........................................................]
Nomor telepon : [...........................................................]
Nomor faksimili : [...........................................................]

PASAL 13
FORCE MAJEURE

Tiada satu pun pihak dalam perjanjian ini yang dipertanggung jawabkan dalam hal terjadinya kelalaian, kesalahan serta tidak terpenuhinya ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ini, bilamana kelalaian, kesalahan serta tidak dipenuhinya ketentuan-ketentuan tersebut disebabkan oleh: bencana alam (gempa bumi, banjir, kebakaran, angin topan), huru-hara, dan peperangan.

PASAL 14
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Apabila di dalam pelaksanaan perjanjian ini terjadi perselisihan atau timbul sengketa antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA maka perselisihan/sengketa tersebut akan diselesaikan terlebih dahulu melalui jalan musyawarah mufakat secara kekeluargaan.
(2.) Apabila setelah menempuh cara sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini, tetapi antara kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dalam penyelesaian sengketa tersebut maka para pihak akan menyelesaikannya melalui pengadilan, karenanya para pihak memilih tempat kedudukan hukum yang tetap dan tidak berubah pada kantor panitera pengadilan negeri [......................] di [.................................].

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di [...................... ] pada hari dan tanggal sebagaimana disebut pada bagian awal perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua masing-masing bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama serta mengikat para pihak.

PIHAK PERTAMA                                                            PIHAK KEDUA
[.........................................]                              [......................................]

Saksi-saksi:
1. [.....................]
2. [.....................]

Categories: Uncategorized Tags:

Perjanjian Jual Beli Kendaraan

November 13th, 2013 No comments

Pada hari ini (hari, tanggal, bulan, tahun) telah terjadi Perjanjian Jual Beli Kendaraan antara:

 

Nama               :

Pekerjaan         :

Alamat            :

 

Dalam hal ini bertindak dalan jabatannya selaku direktur untuk dan atas nama perseroan terbatas PT _____ berkedudukan di _____ dan beralamat di Jalan _____ , selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

 

Nama               :

Usia                 :

Alamat            :

 

Bertindak atas nama sendiri yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

 

Para pihak menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut:

 

- Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai pihak yang hendak menjual kendaraan kepada PIHAK KEDUA sebagaimana PIHAK KEDUA telah bersedia membeli kendaraan yang berupa:

 

1. Jenis kendaraan             :

2. Merek/Tipe                    :

3. Nomor Polisi                 :

4. Nomor Rangka/Tahun   :

5. Nomor mesin                 :

6. Warna                            :

7. Nomor BPKB               :

 

Para Pihak di atas masing-masing telah sepakat untuk melakukan Perjanjian Jual Beli Kendaraan yang diatur dalam pasal-pasal berikut ini:

 

 

Pasal 1

HARGA

 

Para Pihak telah setuju dan sepakat, bahwa harga kendaraan yang dimaksudkan dalam Perjanjian ini adalah sebesar Rp _____ (_____ Rupiah).

 

 

Pasal 2

CARA PEMBAYARAN

 

1.   PIHAK KEDUA telah menyerahkan uang muka sebesar Rp _____ (_____ Rupiah) kepada PIHAK PERTAMA yang dengan ini telah menyatakan telah menerima pembayaran tersebut dari PIHAK KEDUA.

 

2.   Sisa pembayaran dari harga kendaraan dalam Perjanjian ini akan dilakukan secara tunai pada saat Perjanjian ini ditandatangani.

 

 

Pasal 3

JAMINAN

 

PIHAK PERTAMA menjamin PIHAK KEDUA bahwa kendaraan tersebut merupakan milik sah dari PIHAK PERTAMA dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut memilikinya, dan sebelumnya belum pernah dijual, atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan dengan cara bagaimanapun juga kepada orang atau pihak lain.

 

 

Pasal 4

PENYERAHAN KENDARAAN

 

Penyerahan kendaraan dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA akan dilakukan setelah Perjanjian ini ditandatangani dengan cara KENDARAAN AKAN DIANTAR PIHAK PERTAMA KE TEMPAT Pihak Kedua selambat-lambatnya _____ setelah penandatanganan Perjanjian ini.

 

 

Pasal 5

STATUS KEPEMILIKAN

 

Status kepemilikan atas kendaraan tersebut akan beralih dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, setelah PIHAK KEDUA melunasi sisa pembayarannya, dan PIHAK PERTAMA menyerahkan BPKB kendaraan tersebut.

 

 

Pasal 6

SANKSI

 

Apabila PIHAK PERTAMA tidak dapat menyerahkan kendaraan tersebut pada waktunya seperti yang tersebut pada Pasal 4, sedangkan hal ini tidak dikarenakan force majeure (hal-hal di luar kekuasaan PIHAK PERTAMA), maka PIHAK PERTAMA dikenakan denda sebesar Rp _____ (_____ Rupiah) tiap-tiap hari dengan maksimum Rp _____ (_____Rupiah) dari pembayaran yang telah diterima PIHAK PERTAMA, kecuali bila keterlambatan ini disebabkan kelalaian atau kesalahan PIHAK PERTAMA sendiri. Dalam hal mana PIHAK PERTAMA tidak diwajibkan membayar uang denda.

 

 

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

 

Apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini, maka Para Pihak akan menyelesaikan dengan jalan musyawarah. Dan, apabila dengan jalan musyawarah tidak tercapai maka Para Pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang umum dan tetap pada Kantor Panitera Pengadilan _____.

 

Demikian Perjanjian ini dibuat sebagai bukti yang sah oleh Para Pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun seperti yang telah disebutkan pada awal Perjanjian.

 

PIHAK PERTAMA                                                                     PIHAK KEDUA

 

 

 

_____________                                                                            ___________

 

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Tingkatkan Penjualan Dengan Surat Penawaran Barang

August 27th, 2013 No comments

Para pengusaha akan berusaha sangat keras untuk bisa menarik perhatian para calon konsumennya. Berbagai macam strategi penawaran dibuat agar calon konsumen bisa tertarik untuk membeli produk yang dijual. Dari beragam jenis strategi penjualan yang ada, penggunaan surat penawaran barang masih banyak dipilih oleh para pemilik usaha. Mungkin banyak orang yang belum familiar dengan jenis promosi ini. Surat tawaran ini merupakan informasi tentang perusahaan dan produknya yang ditujukan kepada calon pembeli. Diharapkan dengan membagikan informasi tentang perusahaan serta produk yang dihasilkannya, para calon pembeli akan merasa tertarik untuk membeli beragam barang yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Untuk mengetahui lebih jauh tentang strategi pemasaran ini, anda dapat melihat penjelasannya.

Ragam informasi dalam surat penawaran
Untuk menarik perhatian calon konsumen ada beberapa informasi penting yang harus dijelaskan. Informasi pertama yang terdapat dalam surat penawaran barang adalah nama perusahaan dan beragam informasi tentang perusahaan tersebut. Jangan buat penjelasan ini terlalu panjang, namun pastikan anda memberikan kesan bahwa perusahaan tersebut terpercaya dan berkualitas. Dalam surat ini, terdapat pula penjelasan tentang kemampuan perusahaan, peralatan dan material yang digunakan pada proses produksi serta para ahli yang dipekerjakan pada perusahaan tersebut. Tidak hanya itu saja, dalam penawaran tersebut, cantumkan pula jenis proyek apa saja yang telah berhasil diselesaikan serta harapan dan juga prospek cemerlang yang diinginkan oleh perusahaan tersebut. Bahasa yang digunakan dalam informasi ini harus dibuat semenarik mungkin agar calon konsumen tertarik dengan barang yang ditawarkan.

Semua jenis informasi yang ada dalam surat penawaran barang memang harus dibuat sedemikian rupa agar bisa meningkatkan keingintahuan calon konsumen pada barang atau jasa yang ditawarkan. Bukan hal yang mudah untuk melakukan itu. Inilah mengapa banyak seminar pelatihan membuat surat tawaran ini. Para pembicara yang hebat dan berpengalaman di bidang bisnis banyak memberikan penjelasan dalam seminar tersebut. Dari banyak pembicara dan pakar bisnis, nama Bapak Sulhadi bisa dikatakan paling banyak terdengar. Dengan bantuan dan arahan dari beliau, sudah banyak pengusaha yang mampu menarik perhatian konsumen untuk membeli barang yang mereka jual.

Pelatihan membuat surat tawaran
Para peserta dari seminar dan pelatihan membuat surat tawaran ini adalah para karyawan penjualan dan juga pengusaha pemula yang ingin melebarkan cakupan konsumennya. Dalam pelatihan ini, akan ada banyak penjelasan tentang tahapan dan cara membuat surat penawaran barang yang efektif untuk menarik perhatian calon konsumen. Bapak Sulhadi yang seorang pakar bisnis juga akan membantu anda memahami cara menghasilkan penawaran yang baik. Dengan penjelasan yang perlahan dan jelas, beliau mampu memberikan pemahaman yang mendalam. Beliau memang telah memiliki banyak pengalaman sebagai pembicara yang handal. Para peserta akan bisa menjual barang produk mereka dengan lebih mudah.

Categories: Uncategorized Tags:

SURAT PENAWARAN BARANG

May 24th, 2013 No comments

Contoh Surat Penawaran Barang

 

 

Hal: Pengajuan Permohonan Pinjaman Barang

 

Kepada,

Yth.

…………………….

 

 

Dengan hormat,

 

Sehubungan dengan masa registrasi kuliah Mahasiswa untuk semester Genap Tahun Akademik 2009/2010, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

 

Nama                           : …………………………………………………………………….

NIM                            : …………………………………………………………………….

Jurusan                        : …………………………………………………………………….

Program Studi             : …………………………………………………………………….

 

Dengan ini mengajukan permohonan pinjaman barang sebesar Rp. ……. (…………). Barang tersebut akan digunakan untuk pembayaran SPP. Pinjaman tersebut akan dikembalikan pada tanggal …….2010.

 

Demikian surat permohonan ini dibuat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

Hormat saya,

……………., ……………

 

 

…………………………..

 

Categories: Uncategorized Tags: